IT Chapter Two sukses memikat penonton di tahun 2017 dengan badut berambut merah dan balon merahnya yang ikonik, dan dirilis ulang di Indonesia pada awal September 2019. Di minggu pertama, IT Chapter Two berhasil meraup US$91 juta atau setara Rp1,27 triliun. Namun angka tersebut masih jauh dari film pertama “IT” yang dirilis tahun 2017 lalu, bagaimana cara menghitungnya?
Selisih pendapatan hingga $32 juta
Seperti yang sudah disinggung di paragraf sebelumnya, IT Chapter Two berhasil meraup US$91 juta atau setara dengan Rp1,27 triliun di minggu pertama penayangannya. Namun, jumlah tersebut belum bisa menandingi kesuksesan dan pendapatan dari sekuel pertamanya, IT, yang sebesar $123 juta atau setara dengan Rp 1,8 triliun. Itu berarti selisih sekitar $32 juta atau setara dengan Rp 449 miliar pada minggu pertama penayangannya. Tidak banyak, bukan?
10 negara ini merupakan penghasil terbesar film IT Chapter 2, termasuk salah satunya dari Indonesia
Seminggu setelah ditayangkan, Twitter The Box Office Report merilis laporan tentang negara mana yang memberikan film IT Bab Dua uang paling banyak di dunia. Anehnya, Indonesia tercatat sebagai salah satu dari sepuluh negara yang memberikan pendapatan yang layak.
Di Indonesia sendiri, IT Chapter Two meraup US$2,7 juta atau setara Rp37 miliar. Itu angka yang luar biasa, mengingat sekuel IT pertama di Indonesia tidak terdengar banyak karena kalah dari film Devil’s Slave yang tayang di waktu yang sama.
Tentu saja, semua angka yang disebutkan dalam artikel ini masih terus bertambah, mengingat filmnya baru tayang seminggu. Seberapa sukseskah film ini? Pernahkah Anda melihatnya sendiri?