Saat mendengar kata air terjun pengantin, apa yang pertama kali terlintas di benak Anda? Alam? Atau bahkan film horor? Film “Bride Falls” memang menjadi salah satu film horor terpanas pada masanya yang dibintangi oleh aktris Tamara Bleszynski.
Namun ternyata Bridal Falls lebih dari sekedar judul film. Bridal Falls memang nyata.
Air Terjun Pengantin terletak di Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Air Terjun Pengantin dinamakan Air Terjun Pengantin karena terdapat sepasang air terjun dengan ketinggian yang sama yaitu 12 meter dari bawah.
Sangat merekomendasikan tempat ini untuk mereka yang tidak suka keramaian. Obyek wisata ini cocok bagi mereka yang menyukai wisata alam, karena Bridal Falls menawarkan suguhan panorama alam yang memanjakan mata.
Atraksi air terjun seringkali tidak jauh dari legenda atau mitos, dan Bridal Falls hanya itu. Menurut banyak rumor, konon jika sepasang kekasih datang ke air terjun ini, hubungan mereka akan bertahan lebih lama hingga ke pelaminan.
Mitos lain yang diyakini warga setempat adalah jika pasangan menyentuh air di kawasan air terjun, hubungan mereka akan langgeng.
Mantu
Keberadaan Air Terjun Pengantin tidak terlepas dari keturunan bangsawan Adipati Gendingan, penyiar Islam kampung Ojan Jaliman. Saat itu ia tertarik dengan adat perkawinan mertua atau masyarakat setempat.
Ia mengatakan, adat mertua harus dilakukan dengan cara yang religius agar keturunan kedua mempelai berkualitas baik. Akhirnya Ayang Jialiman dipercaya warga untuk memimpin prosesi pernikahan.
Setiap mengadakan upacara selalu diawali dengan puasa, kemudian mengambil air suci dari air terjun pengantin untuk diminum kedua mempelai. Menurutnya, air terjun itu melambangkan dua jenis manusia yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.